Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, mengatakan pihaknya mendapat informasi kebakaran terjadi mulai pukul 01.45 WIB, Sabtu dini hari lalu.
RUANGPOLITIK.COM —Kumandang takbir menyambut Idulfitri 1444 H berganti jeritan panik dan histeris warga kala kebakaran melanda ratusan rumah di Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu dini hari (22/3/2023).
Setidaknya lebih dari 200an rumah warga–mayoritas semi permanen–ludes hangus terbakar pada dini hari itu.
Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, mengatakan pihaknya mendapat informasi kebakaran terjadi mulai pukul 01.45 WIB, Sabtu dini hari lalu.
“Yang terbakar bangunan semi permanen. Kurang lebih 290 rumah tinggal semi permanen,” kata Mulat dalam keterangannya kemarin.
Dalam kebakaran tersebut tak ada korban jiwa, bahkan pihak RW mengatakan tak ada korban luka yang menjalani perawatan medis. Meskipun demikian, para warga di sana harus mengungsi karena hunian mereka hangus dilalap Si Jago Merah.
Salah satunya Aryo (33), wajahnya tampak pucat sementara di sekitarnya wara-wiri mobil mengangkut tumpukan kardus yang berisi pakaian dan makanan menuju tenda pengungsian.
Tak lama, kardus-kardus itu diserbu ibu-ibu yang tengah membopong anaknya sambil berdesakan menunggu giliran.
Aryo enggan berdesak-desakan menunggu bagiannya. Pria itu ebih memilih untuk menepi dekat pintu masuk menuju permukiman yang dikelilingi tembok itu.
Sesekali ia menatap tembok dari luar, di balik itu ada rumahnya yang kini telah ludes karena kebakaran yang terjadi Sabtu dini hari lalu.
Aryo mengaku bahkan tak ingat jika malam itu adalah lebaran. Ia hanya ingat kejadian nahas yang menimpa dirinya dan orang di sekitarnya yang tinggal di dalam tembok itu.
“Saya enggak terpikir kalau hari itu lebaran, sampe lupa, liat tetangga, liat temen, yang di kampung rumahnya abis semua.” kata Aryoi lokasi evakuasi, Sabtu (22/4/2023).
Berdasarkan keterangan petugas, api mulai berhasil dijinakkan sekitar pukul 06.00 WIB pada Sabtu pagi lalu.
Nurcahya seperti hilang arah karena tak kuasa menyaksikan rumah yang telah ditempatinya bertahun-bertahun itu tinggal menyisakan puing.
“Kalau diceritain mah sedih… tapi ya gimana sudah terjadi,” tuturnya lirih.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)










