Sejarah perjuangan KH Abdul Chalim Leuwimunding merupakan salah satu pendiri NU yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dengan membentuk Laskar Hizbullah Cabang Majalengka Cirebon di Jawa Barat, hingga jejak sejarah perjuangannya di jalur pendidikan, jalur perekonomian, hingga jalur politik
RUANGPOLITIK.COM —KH Abdul Chalim Leuwimunding asal majalengka Jawa Barat, salah satu tokoh pendiri NU diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Usulan tersebut diprakarsai KH Asep Saifuddin Chalim selaku keluarga dan para tokoh masyarakat dan keluarga Kyai Hasyim As’ary di Gedung Islamic Center Surabaya yang dihadiri gubernur Jawa Timur serta tokoh masyarakat Jatim, Jateng, dan Jabar, serta ulama dan sejarawan.
Sejarah perjuangan KH Abdul Chalim Leuwimunding merupakan salah satu pendiri NU yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dengan membentuk Laskar Hizbullah Cabang Majalengka Cirebon di Jawa Barat, hingga jejak sejarah perjuangannya di jalur pendidikan, jalur perekonomian, hingga jalur politik.
Beliau mengusulkan agenda pentingnya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia di Komunitas Hijaz atau sebelum NU berdiri, usulan itu disampaikan ke KH Wahab Chasbullah dan banyak jejak sejarah beliau terkait pendirian NU hingga kemerdekaan Bangsa Indonesia. Beliau juga merupakan mentor politik dan menggembleng pasukan untuk mengatur strategi perang melawan penjajah.
Terlebih saat terjadi pertempuran hebat di Kota Surabaya melawan sekutu pada November yang saat ini dikenal sebagai Hari Pahlawan di 10 November.
KH Abdul Chalim waktu itu juga turut berperan meski tak menenteng senjata. KH Abdul Chalim selain sebagai pendiri dan penggerak NU yang berkontribusi dalam pendirian NU dan merebut kemerdekaan yang tidak hanya di Surabaya dan Jawa Barat, juga salah satu yang meredam pergerakan DI/TII di Jawa Barat.
Peran KH Abdul Chalim dalam berdirinya NU hingga perjuangan kemerdekaan bangsa layak diganjar sebagai pahlawan nasional.
“Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman” itulah yang di gaungkan Kyai Abdul Chalim untuk mendorong semangat nasionalisme sampai kemudian resolusi jihad.
“Beliau memiliki jasa besar saat menanamkan cinta tanah air dan mendidik pemuda untuk memiliki jiwa patriotisme melalui pendidikan formal Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan di Surabaya.
Jasanya sangat besar baik saat revolusi, merebut kemerdekaan, awal kemerdekaan maupun saat mengisi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) lewat pemikiran, pergerakan, perjuangan keagamaan, kebangsaan, pendidikan, sosial, politik dan ekonomi saat itu,” jelas Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Di tempat terpisah Menkopolhukam juga menyambut baik adanya usulan pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding sebagai pahlawan nasional karena sudah sepatutnya para pejuang menjadi pahlawan nasional dan dirinya akan membantu proses pengajuan pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding.
“Setiap pejuang yang memiliki sumbangsih dalam perjuangan bangsa indonesia memiliki hak untuk diusulkan memperoleh gelar pahlawan,” ungkap Menkopolhukam RI Mahfud MD.
Dengan diusulkannya KH Abdul Chalim Leuwimunding menjadi pahlawan nasional, diharapkan jejak para pahlawan nasional lainnya bisa menyusul dan menjadi sejarah serta menjadi spirit anak muda untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)










