Prima mengungkapkan, stok vaksin yang menargetkan bayi dan balita mencapai sekitar 4,7 juta dosis primer, lengkap untuk enam bulan ke depan
RUANGPOLITIK.COM —Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan vaksin Covid-19 untuk bayi dan anak usia bawah lima tahun (balita) sudah siap digunakan. Program vaksinasinya dilaporkan akan menyasar 3,3 juta anak di Indonesia.
Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Prima Yosephine Berliana mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait hal ini.
“Pemerintah akan berkoordinasi dengan Dinas kesehatan, Puskesmas, dan seluruh fasyankes untuk program vaksinasi Covid-19,” ujarnya, dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari PMJ News, Minggu, 29 Januari 2023.
“Kami juga telah menyiapkan mekanisme pelayanan terintegrasi dengan layanan imunisasi rutin yang sudah berjalan baik,” ucapnya lagi.
Prima mengungkapkan, stok vaksin yang menargetkan bayi dan balita mencapai sekitar 4,7 juta dosis primer, lengkap untuk enam bulan ke depan.
“Sementara itu target kita terkait populasi anak di bawah usia enam tahun yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 berjumlah 3,3 juta anak,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah, kata Prima bakal mengupayakan sosialisasi program vaksinasi Covid-19 bayi dan balita. Andil dan peran serta tokoh masyarakat dan organisasi profesi menurutnya amat dibutuhkan dalam program kali ini.
“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga nantinya akan melalui berbagai saluran media komunikasi dan informasi yang akan dioptimalkan. Hal ini untuk menekan jumlah angka infeksi dan kematian akibat Covid-19 pada anak,” ucap dia.
Berbagai saluran informasi disiapkan pemerintah demi lancarnya sosialisasi program kepada publik, satu diantaranya berupa pesan SMS atau broadcast melalui WhatsApp.
Kemenkes turut memastikan kuatnya komitmen negara dalam imunisasi melalui pengaktifan kembali Puskesmas untuk layanan Covid-19.
Terkait pelaksanaan layanan Covid-19 untuk balita, di kesempatan serupa, Prima mengatakan bahwa pemerintah pusat turut melakukan koordinasi dengan daerah-daerah, salah satunya dengan mengirimkan surat edaran kepada Dinas Kesehatan di daerah.
“Selain itu, sosialisasi melalui rapat koordinasi vaksinasi Covid-19 maupun melalui media massa atau media komunikasi yang tersedia,” katanya.
Varian Kraken di Indonesia
Di tengah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian baru Covid-19 bernama Kraken sudah sampai ke Indonesia.
Varian ini masuk ke tanah air lewat warga Polandia yang mengunjungi Balikpapan, Kalimantan Timur pada 6 Januari 2023. Menurut Menkes, varian Kraken memang memiliki daya penularan yang cepat, tetapi cenderung lemah.
Artinya, varian Kraken tak menyebabkan hospitalisasi atau tingkat yang dirawat di rumah sakit menjadi tinggi. Dilansir dari Standard, varian Kraken atau XBB 1.5 adalah varian mutase dari Omicron XBB yang ditemukan di Afrika Selatan pada 27 Desember 2022.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)










