RUANGPOLITIK.COM – Pemilihan Presiden 2024 mendatang diperkirakan akan bersaing dengan sengit. Hal ini karena elektabilitas masih bersaing dan masing-masing tidak terpaut jauh.
Pengamat Politik Efriza mengatakan, elektabilitas Prabowo-Gibran yang bahkan selalu merebut posisi pertama belum sanggup menembus angka 40 sekian persen.
“Perhitungan bisa terjadi tanpa putaran kedua ketika angka elektabilitas Prabowo-Gibran misalnya, 48-50 persen, itu pun dengan catatan tidak ada tsunami politik dari peristiwa politik yang membuat terjadinya perubahan berupa respons negatif yang tinggi terhadap pasangan Prabowo-Gibran,” Jelas Efriza kepada RuangPolitik.com, Sabtu (28/10/2023).
Dia mengatakan, jika sampai nantinya ada satu putaran Pilpres 2024 dan yang menang adalah Prabowo-Gibran, ini membuktikan Jokowi all out.
“Diyakini Jokowi akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Bagi Jokowi kemenangan Gibran adalah keberlanjutan pembangunan. Dan, akan disambut antusias karena Jokowi terobsesi untuk mengalahkan Megawati,” kata Efriza.
Dia mengatakan, Jokowi sebagai eksekutif tentu diuntungkan pula dari status sebagai Penguasa Politik sehingga ia dapat memenangkan Prabowo-Gibran dengan cara melalui berbagai lembaga supporting bodies salah satunya seperti PNS.
“Netralitas ASN diyakin tetap ada tetapi simpatik terhadap Jokowi tinggal bauk,” tutur Efriza.
Editor: M. R. Oktavia
(Rupol)










