Pihaknya juga sudah mengimbau kepada pengunjung jika ingin ke Taman Safari Bogor baiknya reservasi terlebih dahulu agar dapat memperkirakan jumlah kedatangan pengunjung.
RUANGPOLITIK.COM —Taman Safari Bogor yang terletak di kawasan Puncak masih menjadi pilihan wisatawan lokal dalam menghabiskan akhir pekan. Tak terkecuali pada libur Lebaran 2023 kali ini.
Diprediksi pada libur Lebaran kali ini wisatawan akan berdatangan menghabiskan waktu kebersamaan bersama keluarga. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan bahwa banyaknya jumlah pengunjung nanti pihaknya akan membuka beberapa rute masuk.
“Biasanya kalau jumlah pengunjung di satu waktu itu membludak, maka kami harus membuka beberapa rute masuk ke Taman Safari Bogor. Ini simulasi jika membludak pada 1 waktu, jika kedatangan pengunjung banyaknya berangsur-angsur maka akan lebih mudah diatasi,” kata dia belum lama ini.
Pihaknya juga sudah mengimbau kepada pengunjung jika ingin ke Taman Safari Bogor baiknya reservasi terlebih dahulu agar dapat memperkirakan jumlah kedatangan pengunjung.
“Kita akan duduk bareng lagi sama kapolsek Cisarua dan Megamendung untuk pembahasan ini, tetapi secara internal kita sudah buat simulasi. Kepolisian juga akan memperkirakan arusnya terlebih dahulu, kita juga belum tahu apakah akan ada buka-tutup atau ganjil-genap,” tambahnya.
“Untuk prediksi, jika melihat trend kemungkinan akan mulai padat di hari kedua Lebaran walaupun kita sudah memperkirakan paling tidak dari sebelumnya juga sudah mulai ramai,” sambungnya.
Ketika ditanya perihal tiket on the spot, dirinya tak menampik bahwa akan tetap menyediakannya. “Dulu kita sistemnya online h-1, tapi sekarang sudah kita persiapkan lagi jika ada yang datang mendadak di hari yang sama. Kita memang mengharapkan online, tetapi tetap mempersiapkan untuk yang on the spot, termasuk pembayaran, kita sih mengharapkan cashless tapi balik lagi, tetap dipersiapkan jika ada pembayaran cash,” bebernya.
Kapasitas full Taman Safari Bogor diketahui mencapai 22.000 pengunjung. Jika pemesanan online sudah mendekati 22.000, pihaknya akan mencegah agar tidak membludak.
“Karena kalo kebanyakan nanti pengunjung jadi tidak nyaman.”
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)










